Aku selalu begini. Terkungkung oleh pikiran-pikiran anehku tentang kamu. Aku capek sebenarnya jika aku harus selalu berfikir yang tidak tidak padamu. Aku ini mahkluk macam apa, kenapa aku tak mudah untuk percaya sekalipun kau selalu membanjiri aku dengan kata-kata cintamu. Aku ini manusia apa bukan, aku tetap tak goyah oleh kata-kata mesra yang selalu kau lontarkan di telingaku.
Seperti pagi kemarin. Kau kurasa sangat berbeda. Dari nada sms dan telfonmu, aku merasa kau sangat enggan sebenrnya untuk menghubungiku. Tapi aku ? Aku bisa berbuat apa. Kita dalam jarak sayang. Mau tidak mau kau harus menghubungiku, kita tak bertemu. Kau paham? Iya aku yakin kaupun paham akan hal ini. Segera saja kutepis segala pikiran burukku padamu. Aku mencoba biasa saja dengan sikpmu yang kurasa tidak biasa.
Segalanya kubuat seperti biasanya. AKU dan KAU tetap membicarakan hal-hal absurd yang kurasa dan mungkin juga kau rasa tidak begitu penting untuk dibicarakan. Namun sekali lagi, kita dalam jarak. Mau tidak mau kau harus bersedia menemaniku yang merengek untuk selalu kau temani jika kita sedang dalam jarak seperti ini.
Aku mencoba mengacuhkan segala sifatmu yang kurasa sangat tidak enak hari ini. Menjelang siang, aku tetap berkomunikasi denanmu. Membicarakan tentang hal-hal yang selalu menjadi topik pembicaraan kita. Iya, bertanya kabar atau sekedar memberi perhatian kecil dengan menanyakan aktivitas yang kita lakukan masing-masing.
Lagi-lagi, aku merasa tidak enak dengan sikapmu. Aku mencoba mencari kesalahanku, apakah ini semua disebabkan oleh salahku. Namun hasilnya nihil. Aku tak menemukan apa salahku padamu. Aku mulai berfikir sangat liar tentangmu. Tentang kepulanganmu ke kampung halaman. Apakah ada yang menarik perhatianmu disana sehingga kau berubah padaku.
Tanpa tedeng aling-aling, aku menanyakan secara tidak langsung padamu tentang anehnya sikapmu. Tapi kau tetap teguh menjawab bahwa tidak ada apa-apa yang aneh. Aku mempercayaimu. Aku menyayangimu. Selalu kata-kata itu yang kau lontarkan padaku agar aku tak terlalu khawatir tentang kepulanganmu.
Segalanya selalu kubuat seperti biasa ketika ada yang tak biasa dalam jarak yang sangat menyiksa.
Minggu Pagi, 10:26 WIB
No comments:
Post a Comment