Kamu selalu merasa amat sangat tidak pantas untukku. Kamu selalu merasa bahwasanya kamu bukan apa-apa untukku. Aku selalu bingung kenapa kamu selalu berfikir demikian. Aku selalu bertanya pada diriku sendiri apa istimewanya aku? Aku biasa saja. Mengenai segala hal yang indah dihidupku, sungguh aku tak bermaksud mengecilkanmu. Aku hanya mau kamu tahu tentang apa yang ada padaku, aku hanya berusaha terbuka mengenai keluargaku, masalaluku, pun tentang harapanku padamu di masa depan.
Kamu juga selalu menyalahkan dirimu atas ketidakmampuanmu berbicara padaku tentang apa yang kamu lakukan dan tentang apa yang kamu rasakan. Aku semakin bingung harus menempatkan diriku dimana. Karena ketika bersamamu aku merasa lebih ciut daripada ketika aku sendiri. Aku selalu malu ketika kamu menatapku, kamu memulai percakapan denganku.
Seandainya kamu tahu bahwa jika boleh aku mengiba padamu, aku bukan siapa-siapa sayang. Aku selalu berusaha jujur padamu bahwa aku memang wanita yang perlu rangkulanmu, perlu genggaman tanganmu dan perlu selalu kau temani. Aku bukan siapa-siapa tanpa cinta tulusmu.
Seandainya aku boleh berucap dengan lantang, aku selalu takut kau tinggalkan. Aku selalu takut berjalan semdiriam di tengah hujan. Betapa kamu selalu menguatkan. Betapa kamu selalu membuatku lebih berani dari sebelumnya. Betapa kamu selalu..... ah~ iya. Kamu yang selalu mengajariku hal-hal gila yang belum pernah aku lakukan.
Sayang, percayalah ! Bahwa hanya kamu yang selalu jadi sandaran dan tempatku untuk berbagi. Sungguh, aku tak pernah mengecilkanmu. Sungguh aku tak pernah membandingkan kehidupanmu dan kehidupanku. Percayalah.
Kediri, 23 Januari 2014
Untuk kamu yang selalu berkata
"Aku lelaki lemah, Aku bukan siapa-siapa. Abaikan! Lupakan"
No comments:
Post a Comment