Aku tak pernah tahu dan tak menyangka bisa tetap menggandeng tanganmu hingga sekarang. Bisa tetap memeluk tubuhmu hingga saat ini. Bisa tetap cemburu padamu ketika kau didekati oleh siapa saja (cewek). Bisa tetap menikmati amarahmu yang tiba-tiba ketika kau tak senang dengan apa yang aku lakukan. Bisa tetap menikmati indah lengkung senyummu ketika tersenyum. Bisa tetap merasakan hangat cium yang kau daratkan tepat di keningku. Segalanya masih tetap sama seperti awal dari kata "KITA".
26 November 2013. Tahun lalu. Aku saat itu memang sedang tak tau apa-apa yang sedang aku rasakan padamu. Segalanya indah menurutku. Rasanya hebat ketika dadaku berdesir melihatmu. Segalanya indah ketika Tuhan mulai menitipkan dan menanam rasa ini padamu. Sampai pada akhirnya kau pun ternyata memiliki rasa yang sama. Iya; tepat lima bulan yang lalu. Sore itu, bahkan aku masih mengingat detail kejadian mengharukan sekaligus membahagiakan yang menjadi awal perjalanan kita. Tepat puku 15.10 WIB di tangga kampus kita, kau mengungkapkan segala apa yang kau rasa. Aku terkejut ketika kau mengatakan hal itu. Namun entah kekuatan apa yang sedang ada padaku, aku tak dapat mengelak jika aku dan kau memang memiliki rasa yang sama. Iya; Cinta.
Awal perjalanan kita dimulai. Awalnya hari-hari kita memang indah namun tak dapat dipungkiri jika dalam suatu hubungan timbul pertengkaran bahkan perbedaan pendapat. Aku dan kau sering melakukan ini, bukan?. Aku sering membuatmu kesal dengan perbuatanku yang terkadang lepas kontrol dengan orang lain. Bahkan kau menilai bahwa aku lebih lepas ketika tertawa saat aku bersama orang lain. Dan saat begini kau lebih memilih diam. Ya; aku menyebutnya marah. Hal-hal semacam inilah yang ternyata dapat menguatkan kasihmu padaku. Aku sadar, kau begitu menyayangiku hingga kau tak mau hal paling sensitifku (hati) tersentuh oleh orang lain dan aku menghargai itu. Bahagia telah menjadi kata yang selalu aku ucapkan ketika aku dengan diam-diam menatap wajahmu.
Tak jarang ketika sujudku disepertiga malam, aku membawa namamu di dalam doaku. Aku telah merancang hal-hal indah di masa depan; bersamamu. Aku ingin terus menjadi penyebabmu bahagia. Aku tak pernah tau apa yang Tuhan rencanakan. Namun aku harap Ia tersenyum ketika melihat kita yang tetap berjuang bersama.
Surabaya. 26 April 2014
"Secuil Kisah Bahagia yang akan utuh pada masanya"
No comments:
Post a Comment