Paparan sinar matahari yang panas seakan terkalahkan
Iya; mendung
Bukan mendung di langit sana
Tapi disini (hati)
Perpisahan lagi? Iya? Jauh lagi? Benar?
Sebenarnya, aku tak dapat mendefinisikan arti perpisahan
P-E-R-P-I-S-A-H-A-N !
Yang aku tahu, itu menyakitkan
Aku harus bergumul lagi dengan jarak
Aku harus harap-harap cemas lagi tentang kabar
Belum lagi tentang rindu, kegelisahan, kecemasan
Entahlah.
Aku selalu takut dengan kata perpisahan
Seperti pagi ini, siang ini, dan hampir sore ini
Ini hari terakhir kita
Iya untuk saling memandang, tertawa, dan bercerita
ESOK?
Mungkin kita akan bertemu juga esok? Tidak !
Kita akan kembali pada kampung halaman masing-masing
Aku akan kembali menikmati indahnya kampung halamanku
Kau pun begitu. Bersua dengan teman-teman masa kecilmu
Tapi, aku berat sebenarnya
Iya; berat melepasmu
Diantara banyak kata yang kau ucapkan tadi
Aku hanya lamat-lamat mendengarkan
Aku memilih diam. Bungkam.
Diantara segala candaan yang kau hadirkan
Aku hanya menikmati seulas senyum ketulusan
Tawa terkekehmu yang mungkin akan selalu aku rindukan saat aku berada di kampung halaman
Aku lebih memilih menikmati hangat gandengan tanganmu
Iya; kemanapun kau melangkah, tak kau lepaskan gandengan itu
Aku lebih memilih diam mengamati setiap jengkal dari mimik mukamu
Yang akan selalu membuatku susah tidur selama beberapa minggu kedepan
Iya; terlebih karena RINDU yang akan tersimpan hingga pertemuan datang
Surabaya 15 Januari 2014
"Perpisahan"