Saturday, 22 March 2014

Jalan Keluar Terakhir; Menangis.

Ini bukan tentang kepergian
Bukan tentang sebuah perpisahan yang menyakitkan
Ini juga bukan tentang angan yang tak tersampaikan
Bukan pula tentang pengharapan yang menyesakkan

Ini tentang pertengkaran
Kecil? Besar? Sedang?
Entahlah, aku tak tahu
Yang jelas ini menyakitkan

Bukan hanya aku yang merasakan
Mungkin, kau juga demikian
Pertengkaran, cekcok kecil, salah paham
Selalu kita lakukan

Sebenarnya kita sama-sama tahu
Kita sama-sama mengerti
Oleh sebab apa kita begini
Iya; Rasa tak mau kehilangan satu sama lain bukan?

Aku cukup paham
Kurasa kaupun juga demikian
Aku cukup sabar
Kurasa kaupun lebih sabar dari aku

Kasih
Sungguh pertengkaran ini menyiksa
Aku terkungkung oleh rasa takutku sendiri
Jalan keluar satu-satunya tak dapat aku elakkan
Iya; menangis
Jalan keluar terakhir tak dapat aku pungkir
Iya; menangis

Katamu "Kita bukan dewa, menangislah"
Aku selalu lega ketika kau memperbolehkan aku menangis
Sesenggukan suaraku di ujung telepon
Begitu pula suaramu, serak sesak menahan tangis
Aku tahu kau mencoba kuat dihadapanku
Namun aku lebih tahu bahwa kau lebih rapuh
Iya; lewat airmatamu

23 MARET 2014, Surabaya
"Untuk KITA yang menangis bersama"

No comments:

Post a Comment