Kepada matahari yang telah berbaik hati memberikan sinar kemegahannya pada pagiku yang kelabu. Kepada embun yang senantiasa memberi rasa sejuk ketika pertama kubuka jendela kamarku tadi pagi. Kepada kamu, seseorang yang senantiasa setia menjaga segenap perasaan cinta dan kasihmu. Kukabarkan kepada semesta bahwa aku sedang menyimpan duka, rindu yang tak berbatas, cemburu yang telah berhasil menguras segala hal yang aku jaga dan menumpuk sesak segala hasrat bertemu denganmu.
Kepada yang tercinta. Yang sekarang sedang jauh dan terpisah jarak puluhan kilometer dengan saya. Kukabarkan padamu, bahwa aku tak sedang baik-baik saja. Aku sedang menumpuk segala rindu setelah pertemuan terakhir kita hari itu sepulang kuliah. Kamu tak sempt mencium keningku pun memelukku dengan hangat seperti biasanya. Entah karena apa, mungkin karena kamu sedang terburu-buru oleh kantuk yang menyiksa matamu atau apa aku pun tak tahu. Rasanya hari itu melihatmu berjalan menjauh dariku dan berlalu dengan motor yang dikendarai temanmu, berat sekali melihat itu. Sejak hari itu kita tak bertemu lagi. Aku rindu.
Kepada hari ini yang saya rasa berat sekali. Saya melihat matahari yang tetap memancarkan sinar megahnya dan membiaskannya melalui celah jendela kamar saya, saya tak peduli bagaimana matahari mencoba mengganggu tidur saya dan mimpi saya tentang kamu. Saya menutup muka saya dengan bantal dan selimut seadanya, Saya tak ingin melewati pagi ini. Saya ingin tidur dan mencoba menahan sesak yang sedang berkecamuk dalam hati saya. Tapi apa daya saya sebagai manusia biasa, matahari mampu menggelitik mata saya untuk terbuka, saya terbangun. Terimakasih matahari atas sinar megahmu yang telah menggelitik tidur lelapku.
Kepada siang yang sangat jalang dengan hawa panas dan debu kejam yang menempel dipermukaan wajahku yang tertiup angin. Saya ucapkan betapa siang sangat kejam dalam menjamah seluruh rindu yang kian memanas dalam hati saya. Saya mencoba meneriakkan rindu saya pada kamu dengan peluh yang saya tahan. Namun nampaknya kamu tetap tidak mengerti betapa saya sangat merindukanmu. Pada siang, saya ucapkan terimakasih atas segala perilaku kejam yang menghasilkan peluh dari panas yang tak tertahankan.
Kepada senja yang sejak tadi saya tunggu. Saya senang menyambut senja yang sore ini terlihat jingga merona. Saya senang menceritakan segala rindu saya kepada kamu yang tercinta. Kuharap senja ini mampu menggambarkan kebahagiaan serta kesedihan dalam menahan rindu ini pada kamu yang tercinta. Ku potong sedikit senja ini untuk ku berikan saat nanti bertemu padamu pada senin pagi.
Surabaya, 16 Maret 2014
Untukmu yang tercinta.
No comments:
Post a Comment