Wednesday, 4 June 2014

Rindu.

Percaya atau tidak? Jika cinta itu selalu membutuhkan airmata. Entah itu airmata kebahagiaan atau airmata kesedihan. Ya; saya percaya dengan itu. Umpamakan saja jika sebuah pelangi muncul tanpa hujan?. Tidak mungkin, bukan?. Pelangi selalu membutuhkan hujan ketika dia kan muncul. Sma seperti cinta, dia selalu membutuhkan airmata sebelum bahagia. 

Tentang airmata yang saya paparkan di atas. Saya sedang bersamanya sekarang. Saya telah ditemaninya selama beberapa hari ini. Mungkin bukan beberapa hari namun sejak saya dan kamu terpisah beberapa jam saja, saya telah ditemani oleh airmata. Saya lebih tidak bisa berbohong lewat tindakan daripada ucapan. Saya mampu berkata bahwa saya baik-baik saja. Tapi airmata saya membongkar semuanya, saya tidak baik-baik saja.

Kamu. Sudah sekitar 6 hari ini saya tak bertatap langsung denganmu. Saya tak mampu menjamah tubuhmu. Saya tak bisa melihat indah lingkar senyummu. Saya telah bersama rindu yang kau kirim untuk menemaniku. Bukan saja airmata, saya kadang tertawa geli mendengar rekaman suara kita. Betapa suaramu selalu menenangkan. Betapa suaramu selalu menjadi obat paling manjur yang saya andalkan. Betapa tak pernah ada suara seindah suaramu.

Saya menangis kembali tadi malam. Jujur saja, saya sudah tidak mampu menyembunyikan rasa rindu saya padamu. Saya sudah tak mampu menahan gempuran rasa ingin bertemu denganmu. Saya menghitung hari, sudah seperti orang gila saja jika setiap hari saya berdoa semoga hari-hari yang ada cepat berlalu. Agar saya segera bertemu denganmu. 

Seandainya, sang waktu dapat mengerti.

Kediri, 5 Juni 2014.

1 comment:

  1. segitu rindu sampe nagis ndut? sini yang selama 2 tahun lebih kangen tak tersampaikan loh --"

    ReplyDelete