Dia. Adalah sosok yang sangat aku kagumi. Aku mengagumi nya saat aku masih duduk di kelas 1 SMP. Kami memang berada satu sekolah saat itu. Dan tak kusangka ternyata kami berada satu sekolah lagi saat ini. Aku duduk di bangku kelas 2 SMA dan dia duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bahagia sekali bisa satu sekolah dengannya. Aku tak peduli dia sekarang milik siapa. Dia sekarang sayang siapa. Yang jelas rasa dalam hatiku tetaplah miliknya. Aku mulai terbiasa memaknai langkahnya ketika berjalan di depan kelasku. Aku pun sempat GR saat dia mulai memberi perhatian kecil kepadaku. Contohnya saat ini. Chat BBM pun tak pernah putus kita lakoni.
Perhatiannya sangatlah berharga untukku. Walaupun aku jelas-jelas tau bahwa aku bukanlah satu-satunya wanita yang dia beri perhatian seperti itu. Namun aku tak mau ambil pusing dengan ini semua. Aku bahagia dengan posisiku sekarang. Siapa tahu bahwa kami berjodoh, itu yang selalu aku panjatkan di setiap doa dalam sujudku.
Pagi yang indah ini pun terjadi padaku. Dia. Dia yang aku kagumi telah berada di depan kelasku. Aku bahagia melihatnya. Namun, tetap. Kodrat ku sebagai wanita menuntutku untuk menunggu dan gak 'nyah-nyoh' terhadap lawan jenis. Aku mencoba sebiasa mungkin berjalan menuju kelasku.
Saat aku berjalan di depannya, dia menyapaku. Sontak. Dag dig dug jantungku berdegup. Hatiku berdesir. Keringat dingin keluar. Ini pertama kalinya dia memanggil namaku secara pribadi. Bertahun-tahun aku menunggu saat ini. Bertahun-tahun aku menutup hati hanya untuk membuktikan betapa setia ku kepada sosok yang ada di depanku saat ini.
Sejak kejadian itu kamu semakin dekat dan bahkan aku mengabaikan siapapun yang mencoba mendekatiku. Aku tak tahu hubungan apa yang aku jalani sekarang ini. Bagiku tak penting status apa yang mengikat kami. Yang jelas, aku dan dia sangat menikmati hal ini.
Aku, cuma ingin jadi yang terbaik untukmu.
Bahagia sekali bisa satu sekolah dengannya. Aku tak peduli dia sekarang milik siapa. Dia sekarang sayang siapa. Yang jelas rasa dalam hatiku tetaplah miliknya. Aku mulai terbiasa memaknai langkahnya ketika berjalan di depan kelasku. Aku pun sempat GR saat dia mulai memberi perhatian kecil kepadaku. Contohnya saat ini. Chat BBM pun tak pernah putus kita lakoni.
Perhatiannya sangatlah berharga untukku. Walaupun aku jelas-jelas tau bahwa aku bukanlah satu-satunya wanita yang dia beri perhatian seperti itu. Namun aku tak mau ambil pusing dengan ini semua. Aku bahagia dengan posisiku sekarang. Siapa tahu bahwa kami berjodoh, itu yang selalu aku panjatkan di setiap doa dalam sujudku.
Pagi yang indah ini pun terjadi padaku. Dia. Dia yang aku kagumi telah berada di depan kelasku. Aku bahagia melihatnya. Namun, tetap. Kodrat ku sebagai wanita menuntutku untuk menunggu dan gak 'nyah-nyoh' terhadap lawan jenis. Aku mencoba sebiasa mungkin berjalan menuju kelasku.
Saat aku berjalan di depannya, dia menyapaku. Sontak. Dag dig dug jantungku berdegup. Hatiku berdesir. Keringat dingin keluar. Ini pertama kalinya dia memanggil namaku secara pribadi. Bertahun-tahun aku menunggu saat ini. Bertahun-tahun aku menutup hati hanya untuk membuktikan betapa setia ku kepada sosok yang ada di depanku saat ini.
Sejak kejadian itu kamu semakin dekat dan bahkan aku mengabaikan siapapun yang mencoba mendekatiku. Aku tak tahu hubungan apa yang aku jalani sekarang ini. Bagiku tak penting status apa yang mengikat kami. Yang jelas, aku dan dia sangat menikmati hal ini.
Aku, cuma ingin jadi yang terbaik untukmu.
2 Juli 2013
"ke-absurb an dalam cerita ini sangat jelas. Lagi BADMOOD"
No comments:
Post a Comment