Tuesday, 2 July 2013

SESAL

"Engkau yang sedang patah hati, menangislah dan
 jangan ragu ungkapkan
hanya diri sendiri yang tak mungkin 
orang lain akan mengerti"

Lagu itu terdengar mengalun keras dalam kamarku. Entah kenapa aku senang sekali mendengar kata disetiap bait pada lirik lagu itu. Biasanya kan anak perempuan itu kalau mendengarkan lagu pasti ada dan sedang terjadi padanya sama dengan bait pada lirik tersebut. Namun, aku tidak. Aku menyukai lagu itu dan hubunganku dengan pacarku baik-baik saja. 

Suara Virgoun sang vokalis band itu mengalun dengan sangat indah. Aku mengikuti lagu itu sembari menyelesaikan tugas ku. Tiba-tiba suara lain terdengar dari Handphone ku. Seperti biasa, sudah menjadi kebiasaan rutin setiap selesai magribh, pacarku sms. Walaupun hanya menyapa atau untuk sekedar mengucapkan selamat sore padaku. Aku membalasnya. Awalnya aku tak menyangka, semua nya akan sirna seperti sekarang. Aku pikir aku akan bahagia dengannya selamanya.

Namun, tak pernah ku duga. Ternyata ini awal dari malapetaka hubunganku dengan dia. Aku melihat perubahan sikapnya. Dia tak seperti biasanya. Tak semesra biasanya. Dingin dan cenderung lelah jika aku mulai manja padanya. Hingga suatu ketika dia memancing emosiku dengan cara tidak memberik kabar selama sehari. Sms, telfon, bbm semua ku kirim hanya untuk mencari tahunya. Pagi-pagi sekali aku coba mentelfon rumahnya.

"Halo?"

"Iya. siapa? Nyari siapa?"

"Masnya ada?"

"Oh, ini mbak. Mas? lo? bukankah mas berlibur bersama mbak?"

"Ini adek ya? Apa? Tidak. Aku tidak menerima kabar darinya sejak kemarin!"

"Loh? Mas pamit ke ibu untuk berlibur bersama mbak dan keluarga mbak katanya"

"Ya sudah terimakasih ya dek. Salam ke ibu"

Aku menutup telfonnya dan tanganku gemetar. Liburan? Aku? Keluargaku?. Kemana dia sebenarnya. Aku linglung. Syok. Hingga akhirnya aku mendengar telfon berbunyi dari handphone ku. Segera aku angkat, ternyata dari dia. Ada sedikit kelegaan.

"Halo? Sayang? Kamu dimana? Aku khawa...."
Belum sempat ku tuntaskan perkataanku, ku dengar seorang wanita menyahut di belakangnya.

"Sayang..... mandi gih ! Kamu telfon siapa sih?"

Sontak aku segera diam. Tak dapat ku jelaskan apa yang aku rasa saat itu. Aku tak tau sedang melayang kemanakah si pikiranku sekarang.

"Nanti aku sms ya. Tadi suara ibu. Aku mandi dulu" katanya

Aku benar-benar tak tau harus berkata apa. Suara ibu? Aku yakin itu bukan suara ibu. Aku kenal dengan ibu. Dan jelas-jelas adeknya bilang dia tak di rumah. Tuhan ! Ini apa? Inikah akhir segalanya. Aku masi mencoba untuk berpikiran baik padanya. Ku tepis semua pikiran burukku. Selang beberapa jam, sms masuk.

"Sayang, aku sekarang lagi ada di luar kota. Nanti aku hubungi kamu saat aku sudah pulang ya."

Tak secepat itu ak percaya. Ku coba menellponnya. Dan nomornya pun tidak aktif. Ya Tuhan .
Aku sedang berfikir keras sekarang. Apa yang aku fikirkan benar-benar buruk tentang dia. Tuhan, aku tak mau terjadi sesuatu yang tak kuinginkan Tuhan, tolonglah aku. Selang beberapa menit, kuterima BBM dari salah seorang temanku.

"Hey, aq melihat kekasihmu di villa dekat pemandian di daerah timur sana. Apakah dia sama kamu?"

Tak kujawab BBM yang menyesakkan hatiku itu. Tak mungkin aku bersamanya. Sedangkan aku pun tak tau dia dimana sekarang. Jadi, pikiranku tembus dan benar. Tak ada kata lain selain harus mengakhiri hubungan ini. Mungkin aku terlalu terburu-buru namun kurasa itu lebih baik dibanding aku harus menahan rasa seperti ini berulang-ulang. 

Entah apa yang membawaku ketempat ini. Yang jelas mobilku mengarah ke tempat ini. Aku menyusuri disetiap jalan d villa ini. Dan akhirnya aku temukan tempat yang telah d informasikan temanku tadi. Ku ketuk pintu kamar itu pelan-pelan. Dan betapa hancurnya hatiku saat itu ketika melihat dia dengan wanita lain. Dan wanita itu temanku.

Tubuhku membeku di depan pintu. Entah apa yang mereka pikirkan saat itu. Aku tersenyum kecut didepan mereka. Kekasihku yang sangat aku percaya dan aku cintai tega melakukan ini padaku. Kubalikkan tubuhku untuk keluar dari tempat itu. Kekasihku yang bejat itu mencoba menahanku. Dan aku tak menghiraukannya. Ini saatnya aku akhiri hubungan terburuk ini.
"KITA PUTUS!"

2 Juli 2013
-bunga pengukir ayunani wrote-



No comments:

Post a Comment