KAMU
Awalnya aku hanya mengagumi dia lewat dunia maya. Aku senang sekali mengKEPO-i akunnya. Entah itu akun BBM, Facebook, Twitter dan akun-akun yang lain. Setiap bangun tidur sudah menjadi kebiasaanku untuk ngepo ke akunnya. Entah apa yang membuat aku begitu suka seperti itu. Rasa penasaran terhadapnya terus memuncak setiap harinya.
Rasanya ada yang aneh ketika dia tidak muncul d sosmed ataupun dia tak mengirim sms padaku. Aku ini kenapa? Apakah aku mengaguminya? Sepertinya iya. Jika ku artikan ini cinta, mungkin terlalu cepat. Jika kuartikan segala perhatiannya sebagai sayang, rasanya terlalu naif.
Bahagia sekali saat mendapat perhatian-perhatian kecilnya. Rasanya memang naif sekli, namun aku suka. Aku nyaman sekali dengannya. Sekarang tak penting buat aku untuk mengubah statusku dengannya menjadi "in relationship". Aku sudah nyaman seperti ini. Aku merasa bebas untuk memaksakan hatiku berjalan kemana saja.
Tapi kamu dan aku tak akan pernah tau kapan rasa itu akan tumbuh dan menjalar di hati kita berdua. Oh, bukan. Lebih tepatnya di hatiku (saja). Bahwa, nyatanya kamu tak pernah tau dan tak pernah peka bahwa aku begitu menikmati perhatian kecilmu. Kamu tak pernah tau bhawa aku selalu menunggu pesan singkat mu. Kamu tak pernah tau bahwa aku selalu berharap status kita menjadi "in relationship". Dan nyatanya itu hanya khayalanku saja.
Aku tahu persis siapa yang kau suka. Aku tahu persis wanita seperti apa yang menjadi impianmu. Aku hanyalah sebuah kertas kosong yang menunggu untuk kau tulisi, namun sampe kapanpun kau tak akan menulisi ku. Entah, aku ini kurang apa? Entah aku ini apakah terlalu berharap lebih. Atau apalah aku tak tahu. Yang jelas rasa penasaranku terhadapmu tak pernah habis. Aku merindukan itu saat kau tak memberi ku kabar. Aku merindukannya.
Namun, ini semakin menyiksaku. Semakin menjerat hatiku. Aku tak dapat bernafas karenamu. Aku tak dapat melalui fase ini. Aku capek. Tuhan, jika ini salah. Tegurlah aku.
Tapi kamu dan aku tak akan pernah tau kapan rasa itu akan tumbuh dan menjalar di hati kita berdua. Oh, bukan. Lebih tepatnya di hatiku (saja). Bahwa, nyatanya kamu tak pernah tau dan tak pernah peka bahwa aku begitu menikmati perhatian kecilmu. Kamu tak pernah tau bhawa aku selalu menunggu pesan singkat mu. Kamu tak pernah tau bahwa aku selalu berharap status kita menjadi "in relationship". Dan nyatanya itu hanya khayalanku saja.
Aku tahu persis siapa yang kau suka. Aku tahu persis wanita seperti apa yang menjadi impianmu. Aku hanyalah sebuah kertas kosong yang menunggu untuk kau tulisi, namun sampe kapanpun kau tak akan menulisi ku. Entah, aku ini kurang apa? Entah aku ini apakah terlalu berharap lebih. Atau apalah aku tak tahu. Yang jelas rasa penasaranku terhadapmu tak pernah habis. Aku merindukan itu saat kau tak memberi ku kabar. Aku merindukannya.
Namun, ini semakin menyiksaku. Semakin menjerat hatiku. Aku tak dapat bernafas karenamu. Aku tak dapat melalui fase ini. Aku capek. Tuhan, jika ini salah. Tegurlah aku.
07 JULI 2013
13:15 sesaat setelah merindukan KAMU
keren...??!! mbk bung??!!
ReplyDeletehehe :)
ReplyDeletemksih mas yan :D
samean baca juga tah? :p