Aku mengenalmu hanya sekilas. Aku tak suka menjalin hubungan yang serius denganmu. Ah~ entahlah, aku tak suka denganmu. Aku hanya mempermainkanmu. Aku hanya bermain cinta denganmu. Dalam hati aku tetap mencintai cinta pertama ku dulu. Sejak dia memustuskan untuk pergi dan menjauh dari kehidupanku, aku tak percaya lagi cinta, aku tak percaya lagi kasih sayang yang tulus.
Aku memang hanya bermain dan mengencani semua teman priaku. Aku tertawa puas saat aku bisa membuat mereka semua menteskan airmata saat aku memutuskan untuk pergi dari meraka semua. Iya, termasuk kamu. Dari awal aku memang tak tertarik padamu. Dari awal aku sudah tau bahwa kau hanya laki-laki polos yang masih percaya pada cinta pandangan pertama. Apa itu semua? Bullshit !
Aku memperlakukanmu seperti seolah kau pacarku. Padahal di belakangmu aku bermain api dengan saudaramu sendiri. Iya. Dia kakakmu. Namanya Rendy. Aku tertarik pada sosoknya yang simple. Aku suka gaya bicaranya yang intelek. Namun, kembali lagi. Aku tidak menggunakan hatiku. Aku hanya ingin main-main denganmu dan begitu juga dengan kakakmu.
Pertama yang aku lakukan padamu adalah membuat mu semakin tergila-gila padaku. Aku suka melihatmu kebingungan saat aku tak menjawab sms, bbm ataupun teleponmu. Haha ! aku sangat menyukai saat kamu memohon dengan bodohnya saat aku 'ngambek'. Aku suka sekali melihat ketololanmu itu. Hey ! bukan hanya aku yang bahagia melihatmu tolol seperti itu, masih ada orang lain. Iya. Kakakmu. hahaha !
Dengan begitu santai aku melenggang memasuki rumahmu. Aku tau jelas jika jam segitu kamu masih di kampus. Dan hanya ada kakakmu. Dan saat-saat seperti itulah yang aku sukai. Bermain cinta dengan kakamu, melakukan hal bodoh lainnya, dan membagi ceritaku tentangmu bersama kakakmu.
Namun, hari itu sesuatu terjadi. Kamu melihat aku bersama kakakmu sedang bercanda di dalam rumah dan hanya berdua. Kamu mulai marah, kamu mulai kesal, kamu mengepalkan tangan dan mendaratkan pukulanmu tepat di muka kakakmu di depanku. Aku tertawa. Aku hanya tertawa dalam hati melihat itu semua. Dasar laki-laki bodoh !. Dengan santainya aku meninggalakan kalian berdua. Aku memutuskanmu dan juga kakakmu. Aku mencari laki-laki lain.
Aku merasa menang setelah kejadian itu. Namun, Tuhan mungkin tak terima dengan perlakuanku. Sehingga aku di balas setimpal oleh-Nya. Cinta pertamaku datang kembali. Kami menjalin hubungan lagi. Segalanya tlah berubah pikirku. Aku akan bahagia dengannya. HAHA ! aku semakin tertawa. Namun, itu tak berlangsung lama. Hanya beberapa bulan aku bangkit dan mengenal sekaligus menggunakan cinta tulusku. Dia bercumbu di depan mataku dengan temanku sendiri. Saat itu aku merasa di tampar oleh Tuhan atas perbuatanku. Tuhan, maafkan diri ini yang begitu kotor dalam menjalani hidup yang Engkau berikan.
10 Juli 2013
'hasil curhatan teman'
No comments:
Post a Comment